Friday, January 20, 2012

Akuntansi Biaya Dan Penentuan KOS


A. KONSEPSI MANAJEMEN DALAM PENGENDALIAN BIAYA

Manajemen puncak terdiri dan orang-orang yang bertugas mengambil keputusan, memberikan perintah, membentuk kebijaksanaan, dan mengarahkan agar semua orang mendukung kebijaksanaan perusahaan. Secara keseluruhan fungsi manajemen meliputi fungsi perencanaan pengorganisasian dan pengendalian. Ketiga fungsi tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Fungsi-fungsi tersebut dibentuk mengingat dalam suatu perusahaan akan terlibat orang-orang yang mendukung berjalannya suatu organisasi masing-masing mempunyai peranan yang berbeda dan kesemuanya terlibat aktivitas kerja dalam mencapai satu tujuan bersama (yang disepakati). Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukannya adanya satu komando agar pelaksanaan tugas dapat terkoordinir. Satu komando ini diperlukan untuk mengarahkan berbagai pihak yang terlibat dalam suatu jalinan kerjasama sehingga tujuan bersama dapat dicapai dengan efisien.

Mengingat masing-masing pihak mempunyai peranan yang berbeda dan sekaligus menciptakan kerjasama, maka perlu ditetapkan batas-batas yang jelas agar aktivitas kerja masing-masing pihak tidak saling tumpang tindih. Oleh karena itu masing-masing fungsi dalam "organisasi harus ditetapkan sampai sejauh mana wewenang seseorang dalam fungsi dan jabatan yang terlekat pada dirinya (authority). Di samping itu harus ditetapkan pula tanggung jawab (responbility) dan tingkat pertanggungjawaban (accountability) dalam tugas dan jabatannya tersebut.

Dalam rangka pengendalian operasi perusahaan manajemen ingin memperoleh umpan balik (feedback) sampai sejauh mana wewenang yang telah didelegasikan kepada bawahan telah digunakan dengan sebaik-baiknya. Umpan balik ini berupa informasi yang dapatmemberikan gambaran pelaksanaan tugas para bawahan yang meliputi seberapakah target operasi telah terpenuhi dan sejauh mana operasi tersebut telah menyerap dana perusahaan. Hal ini berarti umpan balik yang diharapkan akan berupa berapa biaya-biaya yang telah dikeluarkan dalam satu periode dan berapa kuantitas yang dihasilkannya.

Apabila umpan balik tersebut diterapkan dalam suatu industri maka akan terlihat komposisi umpan balik dalam proses produksi akan memegang peranan yang dominan. Hal ini mengingat aktivitas produksi merupakan aktivitas utama dalam perusahaan tersebut. Sehingga umpan balik tersebut bermanfaat untuk menilai apakah target telah tercapai dan seberapa jauh prestasi yang dicapai oleh aparat produksi yang dimiliki perusahaan.

B. TAHAPAN PROSES PRODUKSI

Produksi dimaksudkan sebagai aktivitas mengubah sesuatu produk (bahan), menjadi produk lain yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Aktivitas mengubah bahan, berarti suatu proses kerja yang membutuhkan pengorbanan ekonomis guna memperoleh nilai ekonomis yang dipandang lebih tinggi.

Proses produksi pada umumnya melalui beberapa tahapan. Hal ini dilakukan dengan maksud mengadakan spesialisasi pengerjaan produk yang dihasilkan. Spesialisasi tersebut mengakibatkan adanya departemenisasi proses produksi. Sebagai contoh, untuk membuat sebuah meja tulis, sejak pembuatan design, proses penggergajian kayu, perangkaian komponen meja tulis, sampai dengan penyelesaian meja tulis tersebut dapat dikerjakan oleh satu orang saja. Cara produksi semacam itu menjadi tidak ekonomis, karena hasil kerja yang diperoleh sedikit. Oleh karenanya untuk meningkatkan kuantitas meja tulis yang dihasilkan, pekerjaan dibagi menjadi beberapa departemen sesuai dengan pentahapan pembuatan meja tulis tersebut. Sebagai akibatnya pengerjakan sebuah meja tulis tidak mungkin dikerjakan oleh satu orang saja. Spesialisasi penanganan tugas semacam ini akan menjadi lebih ekonomis apabila produk yang dihasilkan dalam jumlah yang cukup banyak. Meskipun antara meja tulis yang satu dengan yang lain terdapat variasi bentuk, proses produksi akan tetap lebih dinamis.

Setiap tahapan proses produksi tersebut pada dasamya tidak dapat berdiri sendiri-sendiri. Kesemuanya harus merupakan satu rangkaian yang terkoordinasikan. Dengan adanya koordinasi tersebut alur produk dari departemen yang satu ke departemen lainnya harus sama. Hal ini agar tidak terjadi penyumbatan dalam salah satu tahapan proses produksi tersebut.

Setiap tahapan proses produksi tersebut harus dibantu oleh departemen lain yang membantu berfungsinya suatu departemen. Departemen semacam ini disebut departemen pembantu. Departemen pembantu adalah departemen yang memberikan layanan pada departemen produksi sesuai dengan fungsinya. Departemen pembantu biasanya berupa departemen listrik, departemen pemeliharaan peralatan, departemen air dan sanitasi, dan lain-lain. Biaya-biaya yang terjadi pada departemen pembantu pada dasarnya juga ikut memberi kontribusi pembuatan suatu produk. Oleh karenanya biaya-biaya yang terjadi di departemen pembantupun juga hams ikut dibebankan dalam penentuan kos produk. Peranan departemen pembantu dalam menghasilkan suatu produk hams diakui.

Namun demikian pembebanan biaya yang terjadi pada departemen pembantu ke produk yang dihasilkan tidak dapat dilakukan secara langsung ke produk. Terlebih dahulu hams dilakukan alokasi biaya ke departemen produksi yang menikmati jasa yang diserahkan oleh departemen pembantu tersebut. Pembebanan biaya dari departemen pembantu langsung ke produk akan mengakibatkan kos produk terlalu tinggi dan sebaliknya kos produk yang masih dalam proses menjadi lebih rendah (understated). Proses produksi suatu barang selalu menggunakan cara-cara tertentu agar tujuan ekonomis perusahaan dapat dicapai. Cara produksi yang digunakan tergantung oleh:

a. Sifat-sifat produk yang dihasilkan.
Apabila produk yang dihasilkan memerlukan penanganan khusus sehingga masing-masing produk mempunyai spesifikasi tertentu, maka produk tersebut diproses secara khusus pula. Produk semacam ini diolah dengan metode job, artinya setiap job hams memperhatikan spesifikasi yang diminta oleh langganan (konsumen). Produk yang diolah dengan metode proses menunjukkan bahwa barang yang dihasilkan tidak memerlukan spesifikasi tertentu sehingga produk bersifat homogen. Dalam artian homogen ini, antara produk yang satu dengan yang lainnya tidak terdapat perbedaan yang berarti. Jadi, produk yang dihasilkan bersifat standard, bahkan hal ini menunjukkan semua produk yang dihasilkan membutuhkan kesamaan bentuk, ukuran, wama, dan kesamaan fungsi.

b. Teknologi yang digunakan. 
Perbedaan teknologi pembuatan suatu barang yang berbeda mengakibatkan cara-cara berproduksi yang berbeda pula. Sebagai contoh, industri mobil pada mulanya dibuat satu per satu dengan memperhatikan spesifikasi permintaan pelanggan, namun setelah ditemukan teknologi robot dengan proses ban berjalan, maka pembuatan produk tersebut dapat dibuat secara massal dan produk bersifat standard. Kadangkala teknologi yang digunakan menunjukkan satu-satunya cara dalam pembuatan produk tersebut, hal ini akan kita temukan dalam industri kimia.


c. Sifat pengolahan produk. 
Pengolahan produk terdiri dari dua sifat yaitu merakit komponen menjadi suatu produk dan membentuk produk melalui proses reaksi kimiawi. Dalam proses perakitan (assembling), berbagai komponen yang ada (bail( dibuat sendiri maupun diperoleh dari pihak lain) digabungkan menjadi suatu produk. Sedangkan dalam proses reaksi kimiawi beberapa bahan digabung, dicampur dan dibentuk menjadi suatu produk baik berupa komponen maupun produk akhir.

Pembahasan di atas menunjukkan metode produksi yang digunakan dalam suatu perusahaan didasarkan dua alasan, yaitu:
a. Alasan ekonomis, mengingat besamya permintaan pasar serta skala produksi yang dikehendaki, maka dipilih teknologi maju agar produk yang dihasilkan mampu meraih pasar yang dikehendaki.


b. Alasan teknologi, Teknologi yang digunakan merupakan satu-satunya cara untuk menghasilkan suatu produk. Hal ini akan ditemukan untuk industri kimia. Sebagian besar industri kimia hams diolah dengan metode proses, mengingat industri semacam ini membutuhkan proses produksi yang bersifat tertutup. Sebagai contoh: industri semen, industri gula, dan lain-lain.

Proses produksi menghendaki adanya spesialisasi pelaksanaan pekerjaan diantara karyawan yang terlibat. Hal ini dimaksudkan agar proses produksi menjadi lebih berdaya guna dan berhasil guna. Spesialisasi menyebabkan pembuatan suatu produk tidak mungkin diselesaikan oleh hanya satu orang saja, tetapi diselesaikan oleh suatu team kerja dengan pembagian tugas sesuai dengan keahliannya masing-masing.

Pembagian kerja pada suatu industri baik secara horisontal maupun vertikal dikelompokkan menurut fungsi/tugas masing-masing. Pengelompokan secara vertikal menunjukkan adanya departementalisasi pelaksanaan operasi. Hal ini dimaksudkan agar pengendalian tugas dan pengawasan mutu produk yang dihasilkan dapat diselenggarakan dengan mudah. Kelompok utama datum 3 departementalisasi ini dibagi menjadi dua, yaitu:

1. Departemen Produksi, yakni departemen-departemen yang secara langsung ikut menangani pembuatan suatu produk. Departemen tersebut meliputi aktivitas pengolahan bahan, penggabungan produk dalam proses dan penyempumaan produk.
2. Departemen Pembantu, yakni departemen yang tidak langsung menangani pembuatan produk, tetapi output yang dihasilkan membantu departemen produksi dalam pengolahari produk.

Kelompok utama tersebut meninjau dari sudut peranan dalam penanganan produk. Pengelompokan selanjutnya didasarkan pada fungsi/bidang tugas masing-masing. Pengelompokan ini di samping sebagai alat pengawasan berperan pula sebagai pusat pertanggungjawaban baik kuantitas maupun kualitasnya. Pengukuran unjuk-kerja masing - masing bagian/departemen tersebut dinilai seberapakah variasi biaya yang terjadi. Jadi pelaporan biaya yang terjadi pada masing-masing departemen mempunyai peranan sangat penting. Di samping itu, untuk memenuhi kebutuhan tersebut perlu pula disusun tarip overhead untuk tiap departemen secara cermat. Faktor yang dipertimbangkan dalam departemenisasi antara lain:
1. Kesamaan operasi, proses dan mesin dalam suatu departemen.
2. Lokasi operasi, pemrosesan dan mesin-mesin.
3. Pertanggungjawaban produksi dan biaya.
4. Hubungan operasi terhadap arus produk.
5. Jumlah departemen dan pusat-pusat biaya.

Spesialisasi pekerjaan menyebabkan proses pengolahan barang dilakukan melalui beberapa departemen. Spesialisasi dilakukan agar pengolahan produk menjadi lebih efisien atau teknologi pengolahan produk memang menghendaki beberapa tahapan proses secara berurutan. Apabila diamati pentahapan proses produksi dapat dibagi menjadi tiga macam sekuen proses produksi, yaitu:
1. Teknik pengolahan aliran produk bertahap.
2. Teknik pengolahan aliran paralel.
3. Teknik pengolahan aliran produk selektip.

1. Teknik Pengolahan Aliran Produk Bertahap
Proses produksi dilakukan setahap demi setahap sejak departemen pertama sampai produk diselesaikan di bagian penyelesaian dan akhimya diserahkan kepada bagian gudang. Pentahapan proses ini sesuai dengan tehnologi dan rancangan pabrik yang disusun sebelum pabrik itu dibangun. Sehingga pentahapan proses produksi hams disesuaikan dengannya. Selanjutnya departemenisasi organisasi pengolahan produk pada departemen produksi harus pula disesuaikan dengan pentahapan proses pengolahan produk tersebut.

Sebagai contoh, dalam industri gula proses pengolahan tebu menjadi gula dilakukan melalui beberapa tahap produksi sebagai berikut :
Tahap pertama, penggilingan tebu menjadi air nira. Dalam tahapan ini departemen penggilingan menghasilkan air nira dan ampas tebu.
Tahap kedua, pencampuran air nira dengan bahan lainnya sekaligus dengan sekaligus dengan pencucian air nira dari kotoran.
Tahap ketiga, pemasakan air nira dalam tungku reaksi. Dalam departemen ini dihasilkan kristal gula, tetes dan blotong.
Tahap keempat, penyelesaian produk dan pengantongan.

Berbagai tahapan proses produksi tersebut membentuk departemenisasi proses pengolahan tebu menjadi gula. Dengan pengolahan produk tersebut bahan yang masuk di departemen pertama akan menjadi out dari departemen pertama. Untuk selanjutnya akan menjadi bahan bagi proses di departemen kedua dan seterusnya. Dengan demikian produk yang diolah mengalir secara terus menerus dari waktu ke waktu tanpa berhenti. Periksa bagan di halaman berikut ini.



Dalam contoh pengolahan gula tersebut di atas, menghasilkan beberapa macam produk yang keluar dan proses ketiga, yaitu:
1. Kristal gula. Kristal gula selanjutnya disempumakan menjadi gula pasir dan dikantongkan pada departemen penyelesaian.
2. Tetes. Tetes sebagai produk sampingan selanjutnya dapat diolah menjadi alkohol atau langsung dijual ke konsumen.
3. Blotong. Blotong sebagai produk sampingan karena tidak mempunyai nilai ekonomis merupakan limbah industri. Proses ketiga ini merupakan proses yang membentuk joint cost (biaya bersama).

Bagan proses produksi digambarkan sebagai berikut: 
Proses pengolahan data biaya hams memperhatikan sekuen pengolahan produk tersebut. Agar masing-masing departemen diatas dapat dideteksi biaya-biaya yang layak dibebankan kepadanya maka bagian akuntansi hams pula menyediakan rekening untuk masing-masing departemen tersebut, antara lain:
1. Rekening PDP-Departemen Penggilingan.
2. Rekening PDP- Departemen Pencampuran.
3. Rekening PDP-Departemen Pemasakan.
4. Rekening PDP-Departemen Penyelesaian.

2. Teknik Pengolahan Aliran Produk Paralel

Teknik pengolahan produk tidak selalu setahap demi setahap seperti halnya dalam industri gula. Memperhatikan teknik produksi dan sifat-sifat bahan yang dibutuhkan untuk menghasilkan suatu produk pengolahan bahan dilakukan secara paralel untuk akhirnya digabungkan dalam satu unit pabrik menjadi satu produk. Gambar 1.2 berikut ini menunjuk cara lain dalam pengolahan produk.



Dalam gambar tersebut ditunjukkan ada dua produk yang diolah secara bersamaan pada waktu, kuantitas, dan pabrik yang sama. Kedua produk tersebut sebetulnya saling membutuhkan satu sama lain, sehingga pada akhir proses di pabrik tersebut keterkaitan antara produk yang satu dengan lainnya digabungkan menjadi satu, menjadi satu produk akhir.

Cara pengolahan yang kedua, disebut teknik pengolahan aliran produk paralel (paralel product flow). Industri minuman dan makanan dalam kemasan kebanyakan menggunakan teknik pengolahan aliran produk paralel.


3. Teknik Pengolahan Aliran Seleksi produk

Teknik yang ketiga adalah selective product flow. Dalam teknik ini terdapat beberapa departemen yang bertugas menyempumakan produk yang dihasilkan dari departemen sebelumnya. Dengan demikian departemen sebelumnyamenseleksi produk yang memenuhi standard mutu untuk diserahkan/diproses lanjut di departemen peuyempurnaan. Departemen berikutnya juga menghasilkan produk yang sama dengan mengolah lagi produk yang diterima dari departemen sebelumnya. Produk yang baik diserahkan ke departemen penyelesaian, sedangkan produk yang belum sempurna diserahkan ke departemen berikutnya untuk diproses ulang. Proses semacam dilakukan terus berulang-ulang. Bagan proses produksi semacam ini adalah sebagai berikut:



C. KARAKTER METODE PENENTUAN KOS PROSES DAN PERBEDAANNYA DENGAN METODE PENENTUAN KOS PESANAN

Dalam pembahasan metode penentuan kos, pengertian penentuankos sering dikacaukan dengan metode produksi suatu barang. Keduanya mengandung aspek yang berbeda, metode produksi berkaitan dengan cara-cara perusahaan melaksanakan pembuatan suatu barang (produk) sedangkan metode penentuan kos berkaitan dengan pencatatan dan penentuan kos pembuatan produk tersebut. Metode penentuan kos (baik metode proses maupun pesanan) berkaitan dengan pencatatan, pengklasifikasian, dan penyajian laporan biaya yang timbul dari transaksi-transaksi biaya sebagai akibat proses produksi suatu barang.

Penentuan kos dibedakan secara ekstrim menjadi dua, yaitu job order costing (dikenal dengan penentuan kos pesanan) dan process costing (penentuan kos proses). Dalam praktek sering kali dijumpai masing-masing metode penentuan kos tersebut tidal( diterapkan secara mumi. Penggabungan dari kedua penentuan kos tersebut sering terjadi tergantung dari kasus proses pengolahan di pabrik tersebut.

Metode penentuan kos proses, adalah penentuan penentuan kos produk yang penetapan penentuan kos produk (baik total maupun unit) ditetapkan atas dasar periode waktu. Karakter metode ini adalah:

1. Produk diolah secara masal dalam jumlah yang cukup besar dan sesuai dengan kapasitas produksi mesin-mesin yang ada.
2. Sifat produk yang diolah menunjukkan keseragaman antara produk yang satu dengan yang lainnya. Tingkat kesamaannya membutuhkan presisi yang tinggi sehingga sulit dibedakan antara produk yang satu dengan lainnya.
3. Produk diolah secara terus menerus (continuous), sehingga antara periode yang satu dengan periode yang lain tidak dibatasi oleh jarak waktu tertentu (time lag). Tiada jarak waktu tersebut disebabkan penghentian suatu proses produksi yang ditujukan hanya untuk menghitung kos produk menjadi tidak ekonomis, justru menimbulkan kerugian yang cukup berarti bagi perusahaan.
4. Laporan kos produksi disusun/dihitung secara periodik. Antara periode yang satu dengan yang lainnya hams ditetapkan batasan waktu tertentu (cut off).
5. Tujuan produksi tidak dimaksudkan untuk memenuhi permintaan khusus dari pelanggan tertentu. Produksi dilaksanakan untuk mengisi gudang dengan mengingat permintaan pasar yang sudah diperkirakan terlebih dahulu untuk suatu jangka waktu tertentu. Mengingat proses produksi tidak boleh dihentikan pada setiap scat (setup costnya sangat mahal) maka manajemen harus menganggarkan jumlah yang harus diproduksi dalam kurun waktu tertentu.

Memperhatikan kelima karakter tersebut di alas, dapat dilihat perbedaan dengan karakter metode penentuan kos pesanan (job cost). Dalam metode penentuan kos pesanan penentuan kos tiap unit produk dapat ditetapkan dengan mudah setelah produk tersebut diselesaikan. Tetapi dalam metode penentuan kos proses, perusahaan tidak mungkin melakukan penentuan kos, mengingat berakhirnya suatu proses produksi tidak dibatasi oleh periode akuntansi. Bahkan untuk industri semen suatu siklus proses produksi membutuhkan waktu lebih dari satu periode. Dengan demikian cukup beralasan apabila dalam metode penentuan kos proses, penentuan kos produknya dengan membagi dalam periode tertentu (bulanan, tahunan dan lain-lain).

Metode job order digunakan untuk perusahaan yang mernproduksi barang-barang yang tiap unitnya memerlukan spesifikasi khusus atau dalam kelompok produk (hatch) serta memerlukan kecakapan dan perhatian khusus. Industri yang banyak menggunakan metode ini, antara lain: industri konstruksi, percetakan, aircraft, permesinan, mebel dan lain-lain.

Metode proses dapat ditemukan untuk hampir semua industri kimia. Metode ini digunakan untuk perusahaan yang memprodusir secara massal dengan proses produksi yang dilaksanakan secara contineuous. Pengertian contineuous tersebut adalah suatu proses akan berjalan tanpa berhenti untuk satu kelompok produk yang dirancang (satu batch).

Perbedaan di antara kedua metode ini, disebabkan oleh cara-cara yang ditempuh dalam menghasilkan produk tersebut memang berbeda. Kebanyakan industri kimia menggunakan proses produksi yang bersifat tertutup, dengan maksud reaksi kimia sebagai akibat pencampuran dan pemakaian beberapa bahan tidak dipengaruhi oleh unsur-unsur kimia lain yang tidak dikehendaki. Proses reaksi kimia semacam ini harus dikendalikan agar reaksi kimia dapat membentuk produk seperti yang dikehendaki. Di samping itu akibat sampingan yang tidak terkendali dapat muncul apabila sisa-sisa reaksi kimia tersebut tumpah, bocor dan lain-lain. Kenyataan tersebut mengakibatkan proses produksi barang-barang kimia dalam skala kecil menjadi sangat mahal. Oleh karena itu, proses produksi barang-barang kimia harus dikerjakan dengan konfigurasi yang sangat besar. Hal ini dimaksudkan agar produksi menjadi lebih ekonomis.

Metode penentuan kos pesanan dirancang untuk digunakan bagi industri yang menghasilkan produk dalam skala kecil/individual. Produk yang dihasilkan lebih membutuhkan perhatian, ketelitian, sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Produk yang dihasilkan tidak dapat dibuat secara standard. Sebaliknya ongkos produksi akan mahal sekali kalau konfigurasi proses produksi dalam skala besar.

D. TRANSAKSI BIAYA YANG MENDUKUNG PENENTUAN KOS

Elemen-elemen biaya yang membentuk kos produk adalah biaya bahan, biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik. Ketiga elemen biaya tersebut terlekat pada produk yang dihasilkan mengingat suatu produk terbentuk karena adanya bahan, adanya manusia yang mengerjakannya disertai dukungan fasilitas lain yang membantu terwujudnya produk tersebut. Masing-masing elemen biaya tersebut mempunyai sifat dan permasalahan yang berbeda. Begitu pula apabila ditinjau dan perilaku masing-masing dalam membentuk kos produk. Biaya bahan dan biaya tenaga kerja pada umumnya mempunyai perilaku sebagai biaya variabel, sedangkan biaya overhead mempunyai perilaku baik sebagai biaya tetap maupun sebagai biaya variabel. Sifat, permasalahan dan perilaku tersebut sangat berpengaruh dalam pengakuan dan pencatatan transaksi biaya yang terjadi dalam suatu peripde akuntansi.

a. Pencatatan dan pembebanan biaya bahan.
Transaksi biaya bahan terjadi pada saat bahan-bahan tersebut dibeli dan pemasok dan pada saat pemakaian bahan tersebut. Saat terjadinya pembelian bahan menunjukkan bahwa perusahaan telah mempunyai kesepakatan dengan pihak lain. Namun realisasi pembelian baru akan terwujud pada saat barang-barang yang dibeli -telah tiba dan diterima di bagian gudang.

Pemakaian bahan terjadi pada saat bahan baku ataupun bahan pembantu diserahkan, dari bagian gudang kepada bagian produksi. Transaksi ini bersifat intern, oleh karenanya transaksi ini hanya pemindahan asset dan bagian yang satu kepada bagian yang lain. Meskipun transaksi ini hanya sekedar memindahkan barang dari gudang ke bagian produksi tetapi mempunyai makna yang cukup berarti sebagai pengakuan berapa kos bahan-bahan dalam ikut membentuk terwujudnya sesuatu produk. Komponen kos bahan terdiri dari:

a. kos pembelian bahan,
b. biaya pengangkutan bahan sampai ke gudang, dan
c. biaya assuransi bahan-bahan.

Bahan untuk memproduksi suatu produk terdiri dari bahan baku dan bahan pembantu. Bahan yang masuk kategori bahan baku, adalah bahan utama yang secara langsung ikut membentuk produk. Bahan tersebut secara langsung terlekat pada produk dan merupakan komponen yang terbesar. Bahan baku adalah bahan yang diubah dalam proses produksi untuk membentuk suatu produk. Pada umumnya bahan baku suatu produk terdiri dari satu macam bahan saja, tetapi dapat pula terdiri dari beberapa macam bahan baku. Bahan pembantu adalah, bahan-bahan yang digunakan untuk membantu terbentuknya suatu produk. Bahan ini merupakan bagian kecil dari suatu produk, namun mempunyai peranan dalam membentuk suatu produk. Pada umumnya bahan pembantu suatu produk terdiri dari beberapa macam.

Tujuan pengendalian biaya bahan,
1. Bahan-bahan hams dilindungi terhadap kemungkinan-kemungkinan pencurian ataupun resiko kehilangan. 2. Agar bahan-bahan yang dibeli dalam jumlah yang tepat dan digunakan untuk kepentingan produksi sesuai dengan waktu yang direncanakan.
3. Agar dana yang digunakan untuk membiayai pembelian bahan dapat dihemat untuk tujuan lain yang lebih bermanfaat.
4. Agar resiko terhadap munculnya barang cacat maupun kadaluwarsa dapat . dihindarkan.
5. Agar biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menangani persediaan dapat dihemat.

Tujuan pengendalian barang di gudang,
1. Agar barang-barang di gudang siap apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.
2. Menghindarkan resiko cacat/rusak.
3. Memberikan perlindungan terhadap resiko kecurian dan menjaga berfungsinya bahan sesuai dengan mutu yang diharapkan.

Contoh pencatatan transaksi yang terkait dengan biaya bahan, saat Pembelian (dicatat oleh bagian akuntansi finansial),

Kos bahan (sesuai faktur)                       Rp 10.000
Biaya angkut masuk                                       2.000
Biaya assuransi                                              1.200

Total kos bahan                                      Rp 13.200
Digunakan dalam proses produksi           Rp   8.700

Jurnal pencatatannya adalah sbb:

Persediaan bahan baku                            Rp 13.200
       Utang Dagang                                                            Rp. 10.000
       Kas                                                                           Rp.   3.200

Saat Pemakaian bahan (dicatat oleh bagian akuntansi biaya)

Produk dalam proses - BB                      Rp 8.700
Persediaan bahan baku                                                      Rp   8.700

Pengendalian pemakaian bahan, Harus memperhatikan kwalitas bahan-bahan yang ada sehingga apabila terdapat bahan-bahan yang tidak memenuhi standard dapat segera mengembalikannya kepada suplier. Pengembalian ini akan dicatat dalam jurnal pengembalian bahan. Dengan demikian bahan-bahan yang dipakai sesuai dengan mutu yang dikehendaki.

Masalah penting yang terkait dalam pengadaan bahan adalah:
1. Prosedur Pembelian bahan dan pencatatan persediaan. Masalah ini dibahas dalam mata kuliah Sistem Akuntansi.
2. Penentuan kos dan penilaiannya. Masalah ini dibahas dalam mata kuliah Akuntansi Keuangan.

b. Pencatatan dan pembebanan biaya tenaga kerja. Biaya tenaga kerja, adalah semua biaya yang dikeluarkan untuk membayar upah pada karyawan perusahaan. Pencatatan biaya tenaga kerja melalui dua tahapan penting yang terdiri dari:

1. Tahapan pengumpulan data gaji, perhitungan pendapatan, perhitungan pajak yang harus dibayarkan oleh karyawan serta berapa besamya penghasilan bersih yang diterima karyawan. Jurnal transaksi tersebut adalah sebagai berikut:

Biaya Tenaga Kerja                                     Rp 22.500
Pajak penghasilan karyawan                        Rp   2.500
Hutang gaji dan upah karyawan                                        Rp 25.000

2. Tahapan kedua merupakan proses distribusi dan alokasi biaya tenaga kerja kepada masing-masing job, departemen dan lain-lain klasifikasi.
Jurnal transaksi kedua ini dicatat sebagai berikut:
PDP-biaya tenaga kerja langsung            Rp 15.000
Biaya overhead pabrik                                   7.500
                       Biaya tenaga kerja                                 Rp 22.500

Biaya tenaga kerja dalam suatu perusahaan dapat digolongkan menjadi beberapa macam, antara lain sebagai berikut:
1. Biaya Produksi (terdiri dari biaya TK Langsung dan biaya TK tak langsung). Termasuk dalam kategori biaya produksi adalah semua upah buruh dan insentif dalam rangka memproduksi suatu produk.
2. Biaya Komersial (terdiri dan Gaji direksi dan gaji karyawan kantor). Termasuk dalam kategori biaya komersial adalah semua pembayaran gaji yang dibayarkan kepada para pegawai (tetap/tidak tetap) guna mempertahankan eksistensi operasional perusahaan.

Macam-macam pembayaran gaji dan upah yang masuk dalam kategori biaya tenaga kerja adalah: gaji karyawan, upah buruh, insentiplembur dan insentip prestasi kerja, bonus Produksi, dan tunjangan kesehatan. Komponen pembayaran jasa kepada karyawan/buruh yang tidak termasuk dalam kategori biaya tenaga kerja adalah: jasa produksi, tantiem, dan tunjangan hari raya.

Klasifikasi biaya tenaga kerja dalam proses produksi antara lain: (a) biaya tenaga kerja langsung, adalah semua biaya yang dikeluarkan untuk membayar tenaga kerja dalam rangka memproduksi produk yang secara langsung membentuk produk dalam suatu perusahaan dan biaya tenaga kerja langsung yang terjadi di departemen produksi. Biaya tenaga kerja tak langsung, adalah semua biaya yang dikeluarkan untuk membayar tenaga kerja dalam rang,ka memproduksi produk yang secara tidak langsung ikut membentuk produk dalam suatu perusahaan. Biaya tenaga kerja tak langsung terjadi di departemen pernbantu (service departement).

Masalah yang timbul dalam pembayaran biaya tenaga kerja, adalah kewajiban membayar PPH 21 dan asuransi social. Masalah ini dipecahkan dengan 3 cara sebagai berikut:
1. Pajak PPH 21 menjadi beban masing-masing karyawan.
2. Pajak menjadi beban perusahaan.
3. Pajak ditanggung bersama, karyawan (buruh) dan perusahaan. Contoh kasus,

Seorang buruh memperoleh penghasilan sebesar Rp 200.000 per bulan. Mempunyai seorang isteri dan dua orang anak. Penentuan PPH 21 untuk buruh tersebut adalah sebagai berikut:

Besarnya penghasilan per bulan
Pendapatan tidak kena pajak                                         Rp. 200.000
buruh sebagai kepala keluarga           120.000
1 orang isteri                                       60.000
2 orang anak @ Rp 60.000               120.000

total penghasilan tidak kena pajak                                   Rp 300.000

Pendapatan tidak kena Pajak                                              (100.000)
Jadi buruh tersebut tidak dapat dikenai PPH 21.

Apabila buruh tersebut belum berkeluarga (bujangan) besamya pendapatan tidak kena pajak sebesar Rp 120.000. Dengan demikian pendapatan kena pajak buruh tersebut Rp 80.000. Berarti PPH 21 yang hams dikenakan kepada buruh tersebut sebesar 15% X Rp 80.000 sebesar Rp 12.000. Perlakuan akuntansi terhadap pajak berdasarkan kebijaksanaan managemen sebagaimana diutarakan dalam alinea di atas.

1. Pencatatan PPH 21 bila dikenakan kepada karyawan,
a. Saat Pengakuan biaya tenaga kerja,
Biaya tenaga kerja                                                Rp 200.000
            Utang PPH 21                                                                               Rp 12.000
            Utang gaji/ upah                                                                                 188.000

b. Saat Pembebanan kepada produk,
Produk dalam Proses - BTK                                Rp 200.000
            Biaya tenaga kerja                                                                         Rp 200.000

2. Pencatatan PPH 21 bila dikenakan kepada karyawan clan perusahaan,
a. Saat Pengakuan biaya tenaga kerja,
Biaya tenaga kerja                                               Rp 194.000
Biaya overhead pabrik                                                  6.000
         Utang 21                                                                                          Rp 12.000
         Utang gaji/ upah                                                                                   188.000

b. Saat Pembebanan kepada produk,
Produk dalam proses - BTK                                Rp 194.000
          Biaya tenaga kerja                                                                           Rp 194.000

3. Pencatatan PPH 21 bila dikenakan kepada perusahaan saja,

a. Saat Pengakuan biaya tenaga kerja,
Biaya Tenaga kerja                                               Rp 188.000
Biaya overhead pabrik                                                  12.000
             Utang PPH 21                                                                              Rp 12.000
             Utang gaji/ upah                                                                                188.000

b. Saat Pembebanan kepada produk,
Produk dalam Proses - BTK                                 Rp 188.000
            Biaya tenaga kerja                                                                          Rp 188.000

Masalah lain yang perlu diperhatikan dalam pengendalian biaya tenaga kerja, adalah prosedur penggajian dan pengupahan yang meliputi,
1. Pencatatan kehadiran karyawan.
2. Pencatatan waktu kerja.
3. Penghitungan upah dan insentip.
4. Pembayaran upah dan insentip.
5. Pencatatan biaya tenaga kerja. Hal-hal tersebut, dibahas dalam mata kuliah Sistem Akuntansi.

c. Pencatatan dan pengakuan biaya overhead. Pencatatan biaya overhead pabrik terdiri dari dua kelompok. Pengelompokan ini dilakukan mengingat jenis biaya overhead sangat banyak. Apabila ditinjau dari saat terjadinya maka biaya overhead dapat ditinjau dari biaya overhead tunai dan biaya overhead yang dibebankan untuk berbagai periode yang menikmati. Di samping itu apabila ditinjau dari tingkah laku terjadinya biaya dapat ditinjau dari dua aspek yaitu biaya variabel dan biaya tetap. Pemisahan biaya tersebut dimaksudkan untuk memudalikan dalam analisis pengambil¬an keputusan. Pencatatan biaya overhead pabrik adalah sebagai berikut:

Pengakuan terhadap biaya overhead.
Biaya overhead pabrik                                             Rp 20.000
Biaya tenaga kerja tak langsung                                                         Rp 5.000
Akumulasi peralatan pabrik                                                               Rp 3.500
Biaya assuransi kebakaran                                                                Rp 4.000
Macam-macam biaya yang lainnya                                                    Rp 7.500

Pembebanan biaya overhead pabrikke produk hams memperhatikan apakah perusahaan memakai rekening biaya overhead pabrik dibebankan. Rekening semacam ini digunakan untuk menampung pembebanan biaya overhead yang terjadi dalam satu periode kepada rekening Produk dalam proses - BOP. Pencatatan dilakukan dengan taksiran biaya overhead pabrik, dengan demikian pembebanan BOP tidak perlu menunggu perhitungan BOP yang sesungguhnya terjadi. Dengan cara tersebut dapat dipastikan akan diperoleh selisih antara BOP yang ditaksirkan dengan BOP yang sesungguhnya. Selisih tersebut di akhir periode akan disesuaikan dengan terlebih dahulu dianalisis apakah terjadi over/ under applied BOP.

Pembebanan BOP ke rekening Produk dalam Proses:
PDP - BOP                                                           Rp 19.000
          BOP - dibebankan                                                                   Rp 19.000

Selanjutnya rekening BOP-dibebankan pada saldo kredit, harus dipertemukan dengan rekening BOP-sesungguhnya pada saldo debit. Adapun jumalnya adalah sebagai berikut:

BOP - dibebankan                                                Rp 19.000
          BOP - sesungguhnya                                                                Rp 19.000

Dengan pencatatan tersebut di atas maka akan terlihat bahwa dalam rekening BOP sesungguhnya akan terdapat selisih sebesar Rp 1.000. Perbedaan ini disebut under applied overhead pabrik. Selanjutnya selisih tersebut akan dibebankan kembali ke rekening-rekening Kos barang terjual/HPP, rekening persediaan produk selesai dan persediaan produk dalam proses akhir.

E. TARIP BIAYA OVERHEAD DAN PEMISAHAN BIAYA SEMI VARIABEL

Biaya overhead pabrik adalah semua biaya-biaya produksi selain biaya bahan langsung dan biaya tenaga kerja langsung. Biaya ini terdiri dari biaya bahan tak langsung, biaya tenaga kerja tak langsung dan semua biaya-biaya yang tidak dapat secara langsung dibebankan kepada produk ataupun job. Item biaya overhead pabrik sangat banyak, sehingga apabila ditinjau dari perilaku biaya, dapat disusun klasifikasi sebagai biaya tetap dan biaya variabel. Meskipun pada dasarnya terdapat biaya semi variabel yang mengandung kriterium sebagai biaya variabel maupun tetap. Namun untuk memudahkan perhitungan biaya dan pengendalian biaya, maka klasifikasi biaya semi variabel tersebut dipecah lagi menjadi biaya tetap dan biaya variabel. Pemisahan biaya ini sebenarnya mengandung kelemahan, mengingat tidak ada metode yang dianggap tepat dalam pemisahan biaya semi variabel tersebut.

Beberapa teknik pemisahan biaya semivariabel menjadi biaya tetap dan biaya variabel, antara lain: (1) teknik grafis, (2) matematical high low point, (3) teknik analisis kuadrat terkecil (least square), dan (4) teknik analisis korelasi/regresi.

1. Teknik gratis.
Dalam teknik ini hubungan antar biaya dengan volume produksi digambarkan dalam sebuah diagram. Di antara berbagai titik tersebut ditarik garis lurus sampai memotong sumbu tegak. Garis ini menunjukkan komponen biaya variabel. Dari perpotongan sumbu tegak dengan garis tersebut ditarik garis lurus sejajar dengan sumbu datar, garis ini menunjukkan komponen biaya variabel. Gambar di halaman 18 berikut ini menjelaskan uraian tersebut di atas.

Dari gambar tersebut dapat diketahui berapa besamya biaya tetap dan berapa besamya biayavariabel. Variabilitas biaya diperlihatkan oleh garis miring yang sebetulnyamerupakan fungsi dari produk yang dihasilkan. Sedangkan biaya tetap digambarkan dengan garis mendatar sejajar dengan kuantitas produk.



2. Mathematical high low point.
Teknik ini menggunakan dasar aktivitas tertinggi dan terendah sebagai dasar analisis semivariabel. Besamya biaya variabel dihitung dengan membagi selisih biaya semi variabel tertinggi dan terendah dibagi dengan selisih aktivitas tertinggi dan terendah.

Perhatikan contoh berikut ini:

Dalam tahun anggaran 1986 aktivitas tertinggi perusahaan susu Mamiek menunjuk¬kan waktu kerja sebanyak 6.840 jam dengan biaya Rp 2.776.000. Sedangkan aktivitas terendahnya terjadi di bulan Maret menunjukkan waktu kerja 2.736 jam dengan biaya sebesar Rp 1.750.000. Berdasarkan data tersebut dapat dilakukan perhitungan sebagai berikut:



Tarip variabel = Rp 1.026.000,- : 4.104 jam = Rp 250,-/jam.

Selanjutnya setelah besarnya biaya variabel per unit dapat diketahui, dapat dihitung besarnya biaya tetap sebagai berikut:



3. Teknik kuadrat terkecil. Teknik ini hubungan antara biaya dengan volume produksi sebagai hubungan persamaan linear. Persamaannya adalah:

Y=a+bX

Y = menunjukkan besamya biaya variabel pada volume X
a =  menunjukkan komponen biaya tetap, dan
b =  menunjukkan arah garis (slope) sebagai komponen biaya variabel.

Telah disebutkan di muka, bahwa untuk mempermudah perhitungan digunakan tarip yang ditetapkan di muka. Tarip yang digunakan hams berdasar pada alasan yang rasional, agar tarip tersebut dapat digunakan secara tepat baik untuk penentukan kos maupun untuk kepentingan pengendalian biaya. Tarip biaya overhead pabrik, ditentukan atas dasar:
1. unit produksi.
2. biaya bahan yang digunakan.
3. biaya tenaga kerja.
4. jam tenaga kerja langsung.
5. jam mesin.

Sebagai akibat penggunaan tarip biaya overhead pabrik tersebut, maka pada akhir periode akan terdapat selisih dalam rekening biaya overhead pabrik sesungguhnya (actual) dengan tarip yang telah ditentukan di muka. Selisih tersebut (baik under ataupun over applied) harus dianalisis untuk mengetahui apa yang menjadi penyebabnya.

Sebagai contoh:

Anggaran biaya overhead pabrik pada perusahaan Nickiesusu, terdiri dari biaya tetap Rp 125.000 dan biaya variabel Rp 300.000. Tarip biaya overhead pabrik atas dasar jam kerja sebesar 200.000 jam kerja. Jadi tarip per jam kerja adalah Rp 1,50. Tarip untuk biaya overhead tetap Rp 0,625 dan untuk biaya overhead variabel sebesar Rp 0,875.

Pada akhir periode diketahui besamya biaya overhead pabrik sesungguhnya adalah Rp 292.000 sehingga terdapat selisih sebesar Rp 7.000 (under applied). Pada periode tersebut jam kerja sesungguhnya sebesar 190.000 jam. Selisih tersebut dianalisis dengan analisis dua selisih sebagai berikut:

Selisih pengeluaran:

Biaya overhead sesungguhnya                                                                          Rp 292.000
Anggaran s/d kapasitas yang digunakan:
Biaya tetap dianggarkan                                              Rp 125.000
Biaya overhead (190 X Rp 0,875)                                   166.250
Selisih pengeluaran (rugi)                                                                                 Rp 291.250
                                                                                                                       Rp        750

Selisih Kapasitas:
Anggaran s/d kapasitas yang digunakan                                                            Rp 291.250
Biaya overhead pabrik yang dibebankan ke
produk (rekening PDP-BOP)                                                                                285.000
Selisih kapasitas (rugi)                                                                                      Rp     6.250

Terhadap selisih pengeluaran dapat dirinci lebih jauh, komponen biaya apa saja yang mengalami penyimpangan. Dengan demikian manager dapat mengetahui pada elemen apa saja dia harus melakukan tindakan koreksi/perbaikan.

Demikian halnya dalam selisih kapasitas, manajemen dapat mengetahui sampai seberapa jauh tingkat efektivitas pekerjaan pada departemen produksi. Dari data di atas dapat diketahui terdapat kapasitas jam kerja yang masih belum digunakan sebanyak 10.000 jam kerja. Besarnya kapasitas menganggur ini sebesar 5%, dihitung dengan cara sebagai berikut:

10.000 jam X 0,625) : Rp 125.000 x 100 % = 5 %

Pejabat yang bertanggungjawab terhadap adanyakapasitas yang menganggur tersebut adalah orang yang secara langsung menangani proses produksi. Namun, hal ini perlu diteliti lebih lanjut penyebab kesenjangan antara kapasitas produksi dengan kemampuan pasar menyerap produk yang dihasilkan perusahaan. Terhadap selisih yang terjadi, pada setiap akhir periode harus dibebankan kembali ke rekening Kos Produksi atau langsung ke income summary, dengan jurnal sebagai berikut:

Persediaan produksi jadi                                        Rp 7.000
           Biaya overhead pabrik sesungguhnya.                                        Rp 7.000

atau:

Income summary                                                   Rp 7.000
Biaya overhead pabrik sesungguhnya                                                    Rp 7.000

Terhadap tarip biaya overhead, sangat dimungkinkan di kelak kemudian hari tarip biaya overhead pabrik menjadi tidak tepat. Dalam artian tarip yang ditetapkan di masa lalu tidak mampu memenuhi fungsinya sebagai alat pengukuran. Hal ini harus dikoreksi kembali. Dengart demikian tarip biaya overhead pabrik harus ditetapkan kembali dengan dasar pengalaman di masa yang lalu.
READ MORE - Akuntansi Biaya Dan Penentuan KOS

Sunday, April 18, 2010

Akuntansi Koperasi Persamaan, Perkiraan, dan Manfaat Akuntansi Koperasi

Persamaan akuntansi merupakan dasar dari suatu kegiatan akuntansi. Dari persamaan akuntansi, kita dapat membuat sebuah neraca yang terdiri dari sisi aktiva dan sisi pasiva. Kedua sisi tersebut menginformasikan kepada kita harta (harta lancar,tetap maupun tidak berwujud) , Utang ( Jangka Pendek dan Jangka Panjang) dan Modal.

Selain menginformasikan tentang sisi harta,utang dan modal akibat transaksi,persamaan akuntansi memperlihatkan pengaruh transaksi pendapatan, pengeluaran beban ataupun SHU (Sisa Hasil Usaha) yang dilakukan suatu koperasi. Intinya persamaan akuntansi digunakan untuk mekihat semua pengaruh akibat suatu transaksi pada koperasi.

Dalam mencatat transaksi, perlu menggunakan suatu perkiraan sebagai media untuk mencatat transaksi-transaksi tersebut. Dalam persamaan akuntansi kita mengenal berbagai macam bentuk rekening yang dapat membantu pencatatan transaksi. Selain bentuk rekening, dalam akuntansi juga dikenal dengan pengelompokkan rekening yang terdiri dari rekening riil dan nominal.

Apabila transaksi-transaksi tersebut telah masuk ke dalam rekening masing-masing, kita dapat membuat neraca percobaan pada akhir suatu periode akuntansi tertentu. Setelah neraca saldo dibuat kita dapat menyusun laporan laba-rugi,perubahan ekuitas dan neraca.

READ MORE - Akuntansi Koperasi Persamaan, Perkiraan, dan Manfaat Akuntansi Koperasi

Wednesday, April 7, 2010

Akuntansi Itu Mudah

Persepsi sebagian besar orang pada profesi Akunting ( Accountant )
Oleh : Uziek

Kalo kita dengar istilah akuntansi, biasanya orang langsung berpikir tentang keuangan, yang ‘njlimet’, memusingkan, dan bikin stress. Padahal gak serumit itu. Malah kalo menurut saya lebih mudah dari ilmu fisika, kimia, atau ilmu eksak lainnya. Yang dibutuhkan untuk mengerti akuntansi hanya logika, dan operasi dasar matematika (+, -, /, x ) . Rumus kalkulus, integral, dan hal semacamnya gak diperlukan dalam akuntansi.

Pengertian singkat akuntansi adalah informasi keuangan. Dengan mengetahui informasi keuangan, maka langkah strategis apa yang akan dilakukan menjadi lebih mudah untuk diputuskan. Inilah pentingnya akuntansi, memberikan informasi keuangan. Banyak persepsi orang tentang profesi akuntan. Ada yang beranggapan posisi akunting di sebuah perusahaan sebagai posisi “basah” karena berhubungan dengan uang. Seorang akunting idealnya sama sekali tidak memegang uang. Kenapa? Yah, dia hanya bertanggung jawab terhadap pengelolaan informasi keuangan hingga bisa dibaca oleh pihak yang berkepentingan. Kalau dia juga memegang uang, sementara dia juga yang mengelola informasi keuangan, korupsi bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan. Makanya divisi keuangan dan divisi akunting dipisah, tujuannya untuk pengendalian.

Pernah suatu kali ketika saya bekerja di sebuah peruhaan sebagai akunting. Sang owner selalu marah-marah karena melihat staf saya hanya terlihat duduk manis di depan komputer untuk input data transaksi. Dalam persepsinya, kalo hanya untuk input data, anak lulusan SMA saja bisa, gak perlu yang sarjana… Benar!!! Kalo hanya input data memang kita tidak memerlukan seorang karyawan yang setara sarjana. Seorang akunting tidak hanya input data, tapi mengolahnya hingga menjadi output laporan yang bisa dibaca oleh penggunanya.


Masih dalam persepsinya, bahwa seorang akunting harus tahu segalanya dalam bidang usahanya. (Tempat saya bekerja adalah perusahaan konstruksi dan developer). Oke, saya sependapat dalam hal ini, tapi sebatas informasi keuangan. Seorang akunting harus tahu segala detil informasi keuangan.. selain sisi keuangan, akunting tidak punya dasar kemampuan untuk itu. Makanya akunting harus bekerjasama dengan divisi lain. Akhirnya saya sadar bahwa perlu waktu lama untuk merubah persepsi seseorang. Tugas utama seorang akunting adalah mengolah data keuangan hingga menjadi informasi keuangan yang sangat berguna bagi pihak yang berkepentingan.

Pengolahan data ini meliputi input data, proses data, dan outputnya berupa informasi keuangan yang berupa Neraca, Laporan Laba-Rugi, Arus Kas, Perubahan Modal/ekuitas dan informasi lain sesuai kebutuhan pihak yang membutuhkan. Karena tugasnya ini, seorang akunting seringkali juga menjadi seorang ‘sastrawan’ dalam dunianya untuk membela kepentingan perusahaan dari pihak-pihak di luar perusahaan. Karena dia menjadi sastrawan, tentunya apa yang dihasilkan harus indah, puitis, penuh romansa hingga yang membaca informasi keuangan terlena oleh keindahan hasil karya sastrawan akuntansi ini. Tentu saja hasilnya sedikit atau banyak berbeda dengan realitas yang ada.

Informasi yang tidak aktual dan jauh dari realitas akan menjerumuskan si pengguna informasi. Dan jika si pengguna tahu telah dibohongi, unsur kepercayaan akan hilang. Padahal sebuah bisnis bisa terjalin karena unsur kepercayaan ini. Disinilah peran pentingnya seorang akunting. Jika dia salah menginformasikan keuangan entah sengaja atau tidak – pihak pengguna informasi akan salah mengambil keputusan strategisnya.

READ MORE - Akuntansi Itu Mudah

Tuesday, April 6, 2010

Tips dan Trik Agar Mudah Belajar Akuntansi

Cara Belajar Akuntansi

Oleh Daljono


Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam melakukan kegiatan belajar. Ada orang yang cukup dengan memperhatikan secara saksama ketika dijelaskan, mereka sudah langsung menguasai materi yang disajikan tanpa harus belajar lagi. Ada pula mahasiswa yang belajar dengan cara membaca buku berkali-kali, namun tidak menguasai materi. Ada juga yang dalam membaca buku harus mencoret dengan starbilo warna. Sampai - sampai buku yang semula putih bersih menjadi full color. Ada juga yang menggaris bawahi setiap kata penting yang ia temukan di textbook. Seolah-olah ia tidak percaya kalau seluruh baris tulisan kalimat di buku itu sudah lurus. Karena semua kalimat dalam buku yang dibaca adalah penting, maka dari awal sampai akhir buku menjadi bergaris. Yang lebih heboh lagi, adalah..... jurus baca mantra. Dengan jurus baca mantra ini mereka membaca catatan kecil secara berkali-kali. Definisi – definisi, rumus –rumus, dsb akan dibaca (diucapkan) berkali –kali dimanapun, kapanpun, .... nah, persis orang baca mantra kan!.

Bagi siswa (mahasiswa) yang masih duduk di bangku sekolah (kuliah) mau tidak mau harus belajar. Bahkan bagi siapapun yang ingin menambah ilmunya, menambah pengetahuannya, akan melakukan kegiatan belajar. Belajar adalah kegiatan utama, kegiatan penting, (meski sebagian ada yang menganggap sebagai kegiatan sampingan). Bagi siswa/mahasiswa, tentu secara lisan akan mengatakan bahwa belajar adalah kegiatan utamanya. Tetapi kenyataannya ada diantara mereka yang mengatakan demikian itu, kegiatan belajarnya lebih banyak ketinggal dibanding dengan kegiatan lainnya. Ya... tentu kegiatan lainnya lebih mengasyikkan dibanding dengan belajar. Belajar satu jam serasa sudah belajar semalam suntuk, bermain selama 5 jam terasa baru lima menit saja. Banyak pula mahasiswa yang menyibukkan diri ke dalam berbagai aktivitas demi untuk mendapatkan pengalaman, sampai-sampai lupa akan tugas belajarnya. Bagi mahasiswa yang sambil kerja (apa kerja sambil kuliah?), mereka kesulitan untuk mengalokasikan waktu belajarnya. Mereka takut pekerjaannya berantakan, akan tetapi takut pula jika nilai kuliahnya jelek.Harapan terbaik adalah, pekerjaan kantor beres tetapi nilai kuliah juga dapat A. Semua aktivitas lancar dan dapat pengalaman banyak, tetapi juga nilai yang tercantum di KHS adalah A semua. Memang menyenangkan jika semua mata kuliah dapat nilai A, serta materi kuliah dapat dikuasai secara sempurna, dan semua itu diperoleh dengan usaha belajar secara santai. Nah, semua itu dapat Anda capai (berusaha) jika Anda menerapkan strategi belajar secara efektif dan efisien.

Di atas dikatakan bahwa setiap orang memiliki gaya cara belajar sendiri-sendiri. Tetapi, metode belajar yang efektif dan efisien akan memiliki pola yang sama. Metode belajar yang dibahas di sini adalah belajar khusus untuk Mata kuliah Akuntansi di tingkat dasar. Karena tujuan mata kuliah tingkat dasar berbeda dengan mata kuliah tingkat akhir, maka cara belajarpun juga berbeda. Pada tingkat dasar, seperti mata kuliah Pengantar Akuntansi, Akuntansi Biaya, Akuntansi Keuangan Menengah, Akuntansi Keuangan Lanjutan, dan Akuntansi Manajemen, mahasiswa dituntut selain memahami pengetahuan (materi kuliah) mahasiswa juga dituntut terampil melakukan penghitungan, pencatatan, atau bahkan melakukan pemecahan masalah. Jadi pada mata kuliah tersebut, tahu saja tidak cukup. Anda harus terampil melakukan/mengerjakan sesuatu. Terampil, berarti Anda harus dapat mengerjakan pekerjaan secara cepat dan benar. Karena tujuan yang seperti ini maka dalam ujian jarang ditemui soal yang menanyakan definisi, nama metode, ataupun menanyakan cara /prosedur sesuatu. Kebanyakan soal ujian untuk mata kuliah tersebut adalah kasus. Mahasiswa diminta melakukan penghitungan, pencatatan (proses akuntansi), pembuatan laporan, atau bahkan pembuatan keputusan.

Agar Anda berhasil dalam belajar Akuntansi, Anda harus punya strategi dalam belajar. strategi tersebut meliputi: strategi ketika baca buku, strategi ketika sedang kuliah, strategi ketika menyelesaikan latihan.

Berikut ini TIP singkat untuk belajar Akuntansi

Strategi Baca Buku Akuntansi

1. Baca buku secara saksama.

Yakinkanlah diri Anda telah membaca dan memahami isi buku tersebut. Membaca buku tidak perlu berulang-ulang, sekali saja cukup (asal paham). Baca sekali dan langsung paham.

2. Baca secara urut.

Dalam membaca buku akuntansi, Anda harus membaca secara urut dari bab paling depan, kemudian bab demi bab dibelakangnya (khususnya buku Akuntansi Dasar dan Akuntansi Biaya). Jika Anda tidak paham isi bab 3, tentu akan jauh kesulitan untuk memahami bab 4.

3. Jangan tergesa-gesa dalam membaca.

Pastikan bahwa Anda memahami isi materi yang Anda baca. Biar membaca secara lambat, asal Anda memahami isinya, itu jauh lebih baik daripada Anda membaca cepat tetapi tidak memahami isinya.

4. Beri tanda pada istilah atau kalimat yang menurut Anda paling penting.

5. Membaca bukan sekedar mengeja huruf ataupun angka. Pahami makna setiap kalimat yang Anda baca. Cari tahu asal usul angka hitungan.

6. Hitung ulang angka2 yang ada pada buku itu.

Telusuri asal usul angka itu. Hal ini bukan berarti Anda tidak percaya pada buku itu, akan tetapi jika penelusuran Anda benar, berarti pemahaman Anda juga benar.

7. Buat ringkasan

Agar Anda tidak perlu membaca bab itu berkali-kali, buatlah ringkasan. Ringkasan singkat akan mengingatkan diri Anda pada isi secara keseluruhan. Ringkasan tidak harus berupa kalimat singkat yang ditulis secara kecil-kecil, akan tetapi bisa berupa gambar.



Saat kuliah

1. Pastikan Anda telah mengetahui topik yang akan dibahas dalam pertemuan kuliah. Anda telah membaca materi yang akan dibahas dalam perkuliahan. Jika Anda telah membaca materi tersebut, Anda akan lebih mudah mengikuti materi yang disampaikan dosen.

2. Datang beberapa menit sebelum kuliah dimulai. Dengan datang lebih awal, Anda akan jauh lebih tenang dan siap untuk mengikuti kuliah.

3. Pilih tempat duduk di depan. Tempat duduk akan membantu dalam konsentrasi Anda. Jika Anda pilih di belakang, biasanya akan banyak gangguan. Umumnya mereka yang tidak siap mengikuti perkuliahan akan memilih duduk di belakang.

4. Matikan HP Anda. Ingat “matikan” bukan silence atau quiet mode. HP tidak hanya mengganggu kanan kiri, kelas, tetapi pasti akan mengganggu diri Anda sendiri.

5. Konsentrasikan pikiran Anda pada kuliah. Buang jauh-jauh pikiran Anda yang sering melayang-layang kemana-mana. Selama mengikuti perkuliahan, lupakan aktivitas yang Anda lakukan sebelum kuliah maupun rencana aktivitas setelah kuliah.

6. Jangan sibuk mencatat

Memahami materi itu jauh lebih penting dibandingkan dengan hanya memiliki catatan lengkap. Catatan kuliah dapat Anda peroleh dari ringkasan baca buku, copy transparasi (slide PowerPoint), copy handouts, ataupun copy catatan punya teman.

7. Ajukan pertanyaan

Ikuti jalan pikir dosen. Jika Anda tidak setuju atau Anda tidak paham apa yang disampaikan dosen, ajukan pertanyaan secara sopan. Jika Anda punya pendapat lain, sampaikan secara jelas. Jangan takut bertanya. Umumnya mereka yang sudah belajar sebelum kuliah, mereka punya banyak pertanyaan. Sedangkan mereka yang kuliah tanpa persiapan, mereka tidak punya pertanyaan. Tidak bertanya bukan berarti sudah paham, bisa jadi memang tidak tahu apa yang harus ditanyakan.

8. Jawab pertanyaan

Sering dosen mengajukan pertanyaan dalam menjelaskan suatu materi. Dosen sering mengajak diskusi bersama. Jangan takut salah untuk menjawab pertanyaan tersebut. Jawablah dengan serius. Umumnya dosen tidak akan marah jika jawaban Anda salah, asal Anda tidak menjawab secara sembrono.

9. Tunjukkan kemampuan Anda

Kuliah Akuntansi, sudah pasti akan banyak PR. PR kadang dibahas di kelas. Atau kadang ada soal di kelas yang harus dikerjakan di kelas. Dalam pembahasan soal tersebut sering dosen menyuruh maju mahasiswa baik secara sukarela maupun penunjukan. Jangan takut salah, maju saja. (tentu tidak BoNek lho ya). Dengan Anda mengerjakan di depan kelas, Anda akan merasa yakin bahwa Anda bisa mengerjakannya. Jika pekerjaan Anda ternyata salah, Anda akan terkesan dan Anda tidak akan mengulangi kesalahan tersebut saat ujian nanti.

10. Jangan tunda, segera lengkapi pemahaman Anda dengan membaca ulang materi yang sudah dibahas di kelas tadi, begitu kuliah selesai.


Latihan soal

Anda akan menjadi terampil mengerjakan pekerjaan akuntansi jika Anda sering melakukan latihan. Jika Anda terampil, maka dalam mengerjakan soal ujian Anda akan dapat mengerjakan dalam waktu yang lebih singkat.

1. Cobalah untuk setiap materi, Anda mengerjakan soal latihan. Carilah soal latihan yang ada pada setiap bab pembahasan. Jangan hanya mengerjakan soal jika ada tugas.

2. Untuk latihan tahap awal, Anda bisa lihat soal jawab pada buku. Cobalah terlebih dahulu mengerjakan soal tersebut dan jangan melihat jawabannya. Jika Anda telah selesai mengerjakannya, cocokkan dengan jawaban yang ada. Jangan langsung percaya bahwa jawabanmu salah. Mungkin saja jawaban buku itu yang salah. Diskusikan dengan teman.

3. Kerjakan soal-soal yang memang tidak ada jawabannya. Jika kesulitan, Anda bisa buka buku. Jika tetap sulit, diskusikan dengan teman.

4. Jika Anda telah yakin jawaban benar, cobalah kerjakan lagi soal tersebut. Tetapi kali ini jangan buka buku dan hitung berapa menit yang Anda perlukan.

5. Jika Anda mengerjakan tugas PR, jangan sekali-kali hanya copy-paste pekerjaan teman. Dengan copy-paste Anda hanya menyelesaikan tugas, tetapi Anda tidak belajar. Tujuan dosen memberi tugas adalah agar Anda belajar.

6. Jika Anda terpaksa harus minta bantuan teman untuk mengerjakan PR, cobalah jangan asal copy-paste. Tanyalah mengapa jawabannya demikian. Tanyalah asal usul angka jawabannya. Jika Anda yang ditanya, jawablah sejelas mungkin. Dengan menjawab pertanyaan teman, ilmu Anda tidak akan hilang, justru malah semakin memperbaiki pemahaman Anda.


Sumber : http://daljono.multiply.com/journal/item/6

READ MORE - Tips dan Trik Agar Mudah Belajar Akuntansi

Kas dan Setara Kas

Kas dan Setara Kas

Sebagaimana telah kita ketahui bahwa pengertian dari Akuntansi Perpajakan ialah Akuntansi yang diterapkan sesuai dengan peraturan perpajakan. Dan di dalam mata kuliah ini terdapat salah satu bab yang membahas tentang Kas dan Setara Kas. Maka dari itu semua disini tim akan menyajikan pembahasan yang lebih mendalam tentang Kas da Setara Kas.

Kas merupakan alat pembayaran dan bagian dari Aktiva yang liquid, yang dapat dipergunakan segera untuk memenuhi kewajiban finansial perusahaan, Kas dapat berupa uang tunai atau simpanan pada Bank yang dapat digunakan dengan segera dan diterima sebagai alat pembayaran sebesar nilai nominalnya,seperti uang kertas dan logam, check dan bilyet giro, simpanan di Bank dalam bentuk giro dan lain-lain.

Kas dan bank meliputi uang tunai dan simpanan-simpanan di bank yang langsung dapat diuangkan pada setiap saat tanpa mengurangi nilai simpanan tersebut. Kas dapat terdiri dari kas kecil atau dana-dana kas lainnya seperti penerimaan uang tunai dan cek-cek (yang bukan mundur) untuk disetor ke bank keesokan harinya.

Setara Kas adalah Investasi yang sifatnya sangat liquid, berjangka pendek dan yang dengan cepat dijadikan kas dalam jumlah tertentu tanpa menghadapi resiko perubahan nilai yang sangat signifikan.

Kas kecil disediakan untuk keperluan pembayaran yang jumlahnya kecil dan tidak praktis bila dilakukan dengan check. Semua pengeluaran kas kecil dicatat pada buku kas kecil dan hanya diposting ke buku besar sekali saja pada saat pengisian kembali kas kecil. Dana yang ditentukan dalam kas kecil harus ditetapkan melelui keputusan manajemen dan tidak boleh melebihi ketentuan tersebut. Pengeluaran-pengeluaran kas kecil hanya dapat dilakukan setelah perintah pengeluaran kas telah ditandatangani oleh pejabat yang berwenang.


Fungsi kas dalam suatu perusahaan sangat penting, karena hampir setiap kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan selalu berkaitan dengan kas.Maka tanpa kas perusahaan tidak akan berjalan dengan lancar. Kas yang diperlukan perusahaan baik digunakan untuk membiayai perusahaan sehari-hari ataupun untuk pembelian aktiva tetap,memiliki sifat continue maupun tidak continue. Sifat Continue, Untuk pembelian bahan baku, pembayaran gaji dan upah, membeli suplies kantor habis pakai dll. Sedangkan Sifat Tidak Continue, Untuk pembayaran pajak, Dividen, Angsuran, Hutang dll.

Baca Selengkapnya


READ MORE - Kas dan Setara Kas

Akuntansi Pemerintahan Dan Ruang Lingupnya

1.1 Perkembangan Akuntansi Pemerintahan

Akuntansi pemerintahan merupakan salah satu cabang dari bidang akuntansi yang sudah cukup lama dikenal di negara-negara maju, khususnya di Amerika Serikat. Hal ini terbukti, karena sej ak tahun 1921, Amerika Serikat telah memiliki Undang-undang Budget and Accounting Act tahun 1921) yang kemudian pada tahun 1950 disempumakan menjadi Budget and Accounting Procedure Act tahun 1950. Pada intinya dalam Undang undang tersebut telah diatur mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan praktik akuntansi pemerintahan di Amerika Serikat, misalnya adanya ketentuan yang mengharuskan kepada Kepala GAO (Governmen tal Accounting Office/Comptroller General) untuk menetapkan:

1. Formulir, sistem dan prosedur mengenai penyediaan dana dan akuntansi dana pada badan-badan federal;
2. Prinsip-prinsip, standar dan persyaratan akuntansi lainnya yang harus dilaksanakan oleh badan-badan federal, termasuk integrasi akuntansi antara eksekutif dan Treasury Department.

Selama ini praktik akuntansi pemerintahan yang dikenal di Indonesia lebih banyak bersumber pada ICS (Indische Comptabiliteits Wet), yang dalam hal ini tidak dapat dilepaskan keterkaitannya dengan pelaksanaan APBN (Angaran Pendapatan dan Belanja Negara). Sedangkan akuntansi pemerintahan dalam arti akuntansi dana, bare dikenal di Indonesia pada sekitar tahun 1980. Sejak itu perhatian terhadap perkembangan akuntansi pemerintahan mulai terlihat menonjol. Di berbagai lembaga pendidikan tinggi, baik pendidikan tinggi negeri maupun pendidikan tinggi swasta mulai dikenalkan matakuliah akuntansi pemerintahan (akuntansi dana) dan pada saat ini matakuliah akuntansi pemerintahan telah menjadi mata kuliah wajib bagi setiap mahasiswa yang mengambil bidang studi ekonomi jurusan akuntansi. Selain itu, matakuliah akuntansi pemerintahan pada saat ini juga telah diujikan sebagai mataujian negara bagi pan mahasiswa perguruan tingi swasta dan mataujian negara akuntansi (UNA) bagi mahasiswa yang akan mengambil gelar profesi (akuntan). Sehingga mulai saat itu mulai dikenal pula berbagai buku yang berkaitan dengan bidang akuntansi pemerintahan. Berbagai kondisi tersebut di atas jelas sangat mendorong semakin dikenalnya akuntansi pemerintahan di Indonesia.



1.2 Akuntansi Pemerintahan dan Akuntansi Usaha

Pada dasarnya akuntansi pemerintahan adalah sama dengan bidang akuntansi lainnya (misalnya akuntansi untuk perusahaan). Perbedaan di antara keduanya terutama terletak pada obyek yang dipelajarinya. Akuntansi perusahaan adalah bidang akuntansi yang berkaitan dengan perusahaan yang bertujuan mencari laba. Sesuai dengan sifat dan tujuan perusahaan, maka akuntansi perusahaan memiliki karakteristik tersendiri. Sedangkan akuntansi pemerintahan adalah bidang akuntansi yang berkaitan dengan lembaga pemerintahan dan Iembaga-lembaga lainnya yang tidak bertujuan mencari laba. Oleh karena itu, dalam hal ini perlu diperhatikan beberapa kondisi sehubungan dengan perbedaan karakteristik antara akuntansi perusahaan dengan akuntansi pemerintahan, yaitu:

1. Kegiatan pemerintah tidak dimaksudkan untuk mendapatkan laba, sedangkan kegiatan perusahaan jelas diarahkan pada usaha untuk memperoleh laba (profitability).

2. Tujuan utama kegiatan pemerintah adalah untuk memberikan jasa jasanya bagi masyarakat dan untuk memenuhi kebutuhan anggota masyarakat yang secara sosial dianggap perlu.

arena terdapat beberapa perbedaan kondisi seperti tersebut di atas, maka berakibat pula pada perbedaan dalam beberapa hal sebagai berikut:

l. Sasaran utama pelaporan dunia usaha adalah memberikan informasi mengenai penghasilan (earnings) dan unsur-unsurnya. Akuntansi pemerintahan tidak bertujuan untuk melaporkan laba, karena tujuannya memang bukan itu. Anggota masyarakat atau organisasi yang menyumbang sumber daya bagi organisasi pemerintah tidak mengharapkan akan menerima return on investment atau return of investment.

2. Laporan akuntansi pemerintahan lebih mengutamakan apakah ketentuan Undang-undang yang mengaturnya benar-benar telah dipatuhi. Oleh sebab itu secara formal anggaran yang telah disetujui yang telah merupakan dana (fund) dicatat dalam perkiraan yang tersedia untuk masing-masing dana dalam suatu tahun anggaran (budgetary accounting). Akuntansi dana ini merupakan satu cara pengendalian yang umum, yang memungkinkan pembandingan secara tents menerus antara anggaran dengan penjadwalan tersedianya anggaran (allot ments), pembagian anggaran (appropriation) untuk bagian-bagian organisasi pemerintah dan berapa banyak ikatan yang telah dibuat (encumbrances). Struktur perkiraan yang unik dipergunakan, dan pencatatan-pencatatan yang khas dirancang agar diperoleh kepastian apakah dana yang tersedia memang dipungut dan dipakai sesuai dengan ketentuan yang ada untuk dana tersebut.

Dilihat dari segi teori akuntansi, menurut Lalu Hendry Yujana secara fungsional teori dan praktek akuntansi pemerintahan dapat dibedakan ke dalam 3 (tiga) bidang, yaitu:'

1. Teori dan praktek akuntansi bisnis (Business Accounting);
2. Teori dan praktek akuntansi organisasi yang tidak mencari laba (Non Profit Organization), dan akuntansi pemerintahan (Governmental Ac counting);
3. Teori dan praktek akuntansi sosial (Social Accounting).

Sementara itu menurut Revrisond Baswir2, bidang-bidang akuntansi secara keseluruhan dapat dikelompokkan ke dalam tiga bagian yaitu: akuntansi perusahaan, akuntansi nasional, dan akuntansi perusahaan. Lebih lanjut pengelompokan bidang akuntansi tersebut digambarkan sebagai berikut:



GAmbarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr



1.3 Karakteristik dan Bentuk Urganisasi Yang Tidak Bertujuan Mencari Laba

Pemerintah dan organisasi-organisasi yang bertujuan tidalc mencari laba mempunyai karakteristik sebagai berikut:
a. Motif untuk mendapatkan keuntungan tidak terkait secara langsung dengan tujuan pembentukan dan kegiatan yang dilakukan;
b. Organisasi non profit biasanya dimiliki oleh sejumlah orang secara kolektif; hak pemilikan tidak dapat dibuktikan melalui pemilikan saham secara individual yang dapat diperjualbelikan atau dipertukarkan;
C. Kontribusi sumber dana (keuangan) terhadap organisasi tidak dapat dikaitkan secara langsung atau secara proporsional dengan sejumlah barang atau jasa; dan d. Sebagian besar keputusan yang diambil didasarkan atas konsensus (kesepakatan bersama) melalui pemungutan suara.

Sedangkan bentuk-bentuk organisasi pemerintahan dan organisasi non profit bisa diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Pemerintahan (Governmental): pemerintah pusat, pemerintah daerah, kecamatan, kelurahan dan lain-lain.
2. Lembaga-lembaga pendidikan (Educational): taman kanak-kanak, SMP, SMA, Akademi dan Universitas).
3. Kesehatan dan kesejahteraan (Health and Welfare): rumah sakit, puskesrnas, PMI, aanti asuhan).
4. Lembaga-lembaga Keagamaan (Religious): Gereja, Masjid, dan lain-lain
5. Lembaga Amal (Charitable): Yayasan Supersemar, Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila dan lain-lain.
6. Lembaga Penyumbang Dana (Foundations): organisasi yang memberikan bantuan di berbagai lembaga pendidikan, organisasi
keagamaan atau lembaga amal.

1.4. Karakteristik Akuntansi Pemerintahan Pada dasarnya akuntansi pemerintahan adalah suatu prosedur akuntansi yang telah disusun sedernikian rupa agar dapat dilakukan monitoring (pemantauan) secara terus-menerus terhadap pelaksanaan anggaran dengan tujuan agar dapat diketahui cara penciptaan, pengurusan dan pemantauan terhadap kepatuhan penggunaan dana. Berdasarkan uraian tersebut, selanjutnya dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya yang menjadi obyek dalam bidang akuntansi pemerintahan adalah dana. Sehingga akuntansi pemerintahan seringkali disebut dengan istilah akuntansi dana.

Dalam praktik sesungguhnya, unit organisasi yang menggunakan akuntansi dana sebagai dasar dalam pelaksana.an kegiatan pernbukuannya tidak hanya organisasi pemerintahan saja, melainkan juga unit organisasi lainnya yang rnempunyai karakteristik hampir sama dengan unit organisasi pemerintah, misalnya: Lembaga-lembaga Pendidikan, Lembaga-lembaga Keagamaan dan lain-lain. Sehingga untuk menyebut akuntansi dana sering pula digunakan istilah lainnya misalnya Akuntansi Untuk Badan Non Usaha (Akuntansi Untuk organisasi Bukan Pencari Laba) atau Accounting for Non Business atau Accounting for Non Commercial atau Accounting for Non Profit Organization. Namun dernikian karena unit organisasi pemerintahan biasanya merupakan
unit organisasi yang terbesar diantara berbagai unit organisasi bukan pencari laba lainnya, maka penggunaan istilah Akuntansi Pemerintahan sebenarnya merupakan penyederhanaan dari berbagai istilah la.innya.

Berdasarkan berbagai uraian di atas maka selanjutnya dapat ditarik beberapa kesimpulan mengenai karakteristik akuntansi pemerintahan sebagai berikut:

1 . Karena keinginan mengejar laba tidak inheren di dalam usaha dan kegiatan lembaga pemerintahan, maka dalam akuntansi pemerintahan pencatatan rugi laba tidak perlu dilakukan;
2. Karena lembaga pernerintahan tidak dimiliki secara pribadi sebagaimana halnya perusahaan, maka dalam akuntansi pemerintahan pencatatan pemilikan pribadi juga tidak perlu dilakukan;
3. Karena sistem akuntansi pemerintahan suatu negara sangat dipengaruhi oleh sistem akuntansi negara yang bersangkutan, maka bentuk akuntansi pemerintahan berbeda antara suatu negara dengan negara yang lain, tergantung pada sistem pemerintahannya; dan
4. Karena fungsi akuntansi pemerintahan adalah untuk mencatat, menggolong-golongkan, meringkas dan melaporkan pelaksanaan
anggaran negara, maka penyelenggaraan akuntansi pemerintahan tidak bisa dipisahkan dari rnekanisme pengurusan keuangan negara serta sistem anggaran negara.

1.5 Tujuan Akuntansi Pemerintahan dan Pelaporan Keuangan

Menurut American Accounting Association, tujuan akuntansi untuk setiap bentuk organisasi adalah untuk menyediakan informasi bagi:
1. Pengambilan keputusan yang berkaitan dengan penggunaan sumber daya yang terbatas, termasuk pengidentifikasian terhadap berbagai keputusan penting dan penentuan sasaran serta tujuan organisasi.
2. Pengarahan dan pengendalian sumber daya manusia dan bahan baku secara efektif.
3. Pengurusan dan pelaporan penyirnpanan berbagai sumber daya.
4. Pemberian kontribusi agar dapat tercapai efektivitas organisasi, baik untuk organisasi yang berorientasi laba maupun yang tidak, dalam rangka memenuhi kebutuhan serta permintaan seluruh masyarakat untuk tujuan pengendalian sosial fungsi-fungsi mereka.

Dalam SFAC No. 4(Statement of Financial Accounting Concepts No. 4) dinyatakan bahwa tujuan pelaporan keuangan untuk organisasi-organisasi non-business (Not For Profit Organization (NFPO)/organisasi bukan pencari laba) adalah untuk dapat menyediakan informasi yang akan berguna untuk menyajikan dan menyediakan berbagai informasi yang potensial kepada para pemakai informasi lainnya di dalam:

1. Pembuatan keputusan secara rasional mengenai alokasi berbagai sumber daya yang dimiliki oleh organisasi.
2. Penentuan jumlah jasa yang dapat disediakan oleh NFPO dan kemampuannya untuk melanjutkan penyediaan jasa-jasa tersebut.
3. Penentuan mengenai bagaimana menilai tanggung jawab para manajer NFPO dan aspek-aspek lain yang berkaitan dengan prestasinya.


I JAWABLAH PERTANYAAN BERIKUT INI:

1. Jelaskan sifat-sifat lembaga pemerintahan !
2. Buatlah definisi akuntansi pemerintahan!
3. Faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi bentuk akuntansi pemerintahan?
4. Jelaskan karakteristik akuntansi pemerintahan
5. Jelaskan persarnaan antara organisasi non profit dengan organisasi yang berorientasi laba!
6. Meskipun konsep dalam akuntansi pemerintahan banyak yang sama dengan konsep yang digunakan dalam akuntansi dunia usaha, namun demikian terdapat beberapa perbedaan konsep yang perlu diperhatikan. Jelaskan !
7. Jelaskan bentuk-bentuk organisasi yang tidak bertujuan mencari laba!


II. JAWABLAH BENAR (B) ATAU SALAH (S) PERNYATAAN BER/KUT INI:

1. Pengertian akuntansi pemerintahan sebenarnya sama dengan accounting for non business, accounting for non commercial, accounting for non profit organization dan fund accounting.
2. Sasaran utama pelaporan dalam akuntansi pemerintahan adalah untuk memberikan informasi mengenai penghasilan dan unsur-unsurnya.
3. Prinsip akuntansi yang digunakan dalam organisasi pemerintahan adalah sama dengan yang digunakan dalam akuntansi dunia usaha.
4. Karena akuntansi pemerintahan menyangkut kegiatan dalam organisasi yang berukuran sangat besar, maka akuntansi pemerintahan tergolong dalam kelompok akuntansi makro.
5. Pihak-pihak yang memberikan sumber keuangan kepada organisasi non profit harus menerima imbalan langsung atau proporsional.
6. Konsep matching (penandingan pendapatan dan biaya) pada organisasi usaha dan organisasi non profit adalah sama.
7. Kesatuan akuntansi dana belanja (Expendable Fund) lebih tepat digunakan untuk unit organisasi yang tidak berorientasi laba.
8. Sedangkan kesatuan akuntansi dana yang tidak dapat dibelanjakan (Nonexpendable Fund) lebih tepat digunakan untuk unit organisasi yang berorientasi laba.
9. Konsep akuntansi yang digunakan dalam akuntansi dunia usaha banyak yang sarna dengan konsep akuntansi yang digunakan dalarn organisasi bukan pencari laba.
10. Dalarn organisasi pemerintahan tidak dimungkinkan untuk memiliki suatu unit organisasi tertentu yang diarahkan untuk dapat memperoleh laba.

III. PILIHLAH JAWABAN YANG PALING TEPAT DI ANTARA ALTERNATIF JAWABAN YANG TERSEDIA.
Bidang akuntansi yang berkaitan dengan lembaga pemerintahan dan lembaga-lembaga yang tidak bertujuan mencari laba disebut:
A. Akuntansi Nasional
B. Akuntansi Pemerintahan
C. Akuntansi Perusahaan
D. Akuntansi Keuangan
E. Semua jawaban di atas tidak ada yang benar

2. Berikut ini adalah sifat-sifat khas lembaga pemerintahan menurut Edward S. Lyn, kecuali:
A. Keinginan mengejar laba tidak inheren didalam usaha dan kegiatannya
B. Tidak dimiliki secara pribadi akan tetapi secara kolektif oleh seluruh warga negara
C. Sumbangan masyarakat terhadap pemerintah, seperti pajak tidak ada hubungannya secara langsung dengan jasa yang diberikan oleh pemerintah terhadap masyarakat
D. Sistem pemerintahan bersifat sentralisasi
E. Semua jawaban di atas tidak ada yang benar

3. Berikut ini adalah faktor-faktor yang rrrempengaruhi bentuk akuntansi pemerintahan, kecuali:
A. Mekanisme pengurusan keuangan negara
B. Jumlah daerah otonom
C. Sistem pemerintahan
D. Sistem anggaran negara
E. Semua jawaban di atas tidak ada yang benar

4. Sistem pemerintahan yang berlaku di Indonesia bersifat:
A. Republik
B. Kesatuan
C. Sentralisasi
D. Desentralisasi
E. Semua jawaban di atas tidak ada yang benar

5. Sedangkan sistem pemerintahan yang berlaku di Amerika bersifat:
A. Republik
B. Kesatuan
C. Sentralisasi
D. Desentralisasi
E. Semua jawaban di atas tidak ada yang benar

6. Pengertian akuntansi pemerintahan sebenarnya adalah:
A. Penerapan akuntansi dalam pengelolaan bank-bank miiik pemerintah
B. Penerapan akuntansi dalam pengelolaan badan-badan usaha milik negara
C. Penerapan akuntansi dalam pengelolaan barang-barang milik negara
D. Penerapan akuntansi dalam pengelolaan keuangan negara, khususnya pada saat pelaksanaan anggaran negara
E. Semua jawaban di atas tidak ada yang benar

7. Berikut ini adaiah karakteristik akuntansi pemerintahan, kecuali:
A. Pencatatan rugi-laba tidak perlu dilakukan
B. Pencatatan pemllikan pribadi tidak perlu dilakukan
C. Akuntansi pernerintahan untuk setiap negara selalu sama
D. Mekanisme akuntansi pemerintahan tidak dapat dipisahkan dari mekanisme pengurusan keuangan negara serta sistem anggaran negara
E. Semua jawaban di atas tidak ada yang benar

8. Pernyataan manakah yang benar dari pernyataan-pernyataan berikut dalam hubungannya dengan karakteristik akuntansi pemerintahan
A. Karena tidak bermotif laba, akuntansi pernerintahan tidak dapat menggunakan prinsip akuntansi perusahaan kornersial
B. Pemilikan suatu unit pemerintahan ditunjukkan oleh proporsi dana yangn disediakan oleh distributor
C. Akuntansi pemerintahan tidak mempunyai persamaan akuntansi
D. Akuntansi pemerintahan sama dengan akuntansi kas
E. Semua jawaban di atas tidak ada yang benar

9. Laporan keuangan unit-unit pemerintah bias anya tidak dikonsolidasi seperti pada perusahaan komersial. Hal ini disebabkan:
A. Pemerintah menggunakan anggaran berimbang
B. Pemerintah secara keseluruhan merupakan kesatuan ekonomik
C. Akuntansi pemerintahan pada urnumnya menggunakan pendekatan banyak kesatuan (multiple entities), sehingga laporan keuangan secara keseluruhan bukan merupakan laporan konsolidasi
D. Tiap unit pemerintah rnempunyai karakteristik yang khusus sehingga sulit untuk mengadakan konsolidasi
E. Semua jawaban di atas tidak ada yang benar

10. Karakteristik organisasi pemerintahan yang membedakan dengan organisasi perusahaan adalah:
A. Tidak ada pemilikan secara langsung terhadap sumber ekonomis yang ada dalam unit organisasi tersebut
B. Berusaha dalam rnenghasilkan barang dan jasa
C. Bertujuan mencari laba
D. Investasi ke dalam organisasi bersifat sukarela
E. Semua jawaban di atas tidak ada yang benar

11. Pernyataan berikut ini benar dalam kaitannya dengan NFPO (Not for Profit Organization), kecuali:
A. Pada organisasi yang tidak mencari keuntungan, penen-tuan beban pemakai jasa berdasarkan permintaan dan penawaran.
B. Barang/jasa yang diberikan lebih bersifat monopolistic
C. Pendapatan atas pemberian jasa kadang hanya menutup sebagian biaya yang dikeluarkan untuk memberikan jasa tersebut.
D. Fenentuan beban pemakai jasa lebih berdasarkan cost barang/jasa yang diberikan.
E. Semua kegiatan operasi NFPO banyak dipengaruhi oleh ketetapan hukum, kontrak dan persyaratan.

12. Akuntansi dana biasanya digunakan untuk organisasi yang tidak bertujuan mencari laba semata-rnata. Yang mana dari organisasi berikut ini yang tidak terrnasuk Not For Profit Organization:
A. Yayasan jantung
B. Universitas/akademi
C. Perusahaan asuransi
D. Rumah Sakit
E. Panti Asuhan

13. Berikut ini merupakan ciri-ciri NFPO, kecuali:
A. Pihak penyumbang sumber keuangannya tidak perlu menerima barang secara langsung dan dalam jumlah yang proporsional
B. Pemilikan tidak dibuktikan dengan saham yang dimiliki secara indi vidual
C. Memberikan barang dan j asa kepada masyarakat selama sumbersumber memungkinkan.
D. Pemerintah mempunyai kekuasaan unik untuk memaksa menyumbangkan sumber keuangannya secara tidak disengaja melalui perpajakan untuk tujuan utama memperbesar sumber kekayaan.
E. Semua jawaban di atas merupakan ciri-ciri NFPO

14. Dibandingkan dengan unit organisasi perusahaan, manakah dari faktor berikut ini yang merupakan kesarnaan karakteristik antara unit pernerintah dan perusahaan komersial?
A. Laba sebagai ukuran prestasi
B. Menghasiikan barang dan jasa
C. Kontribusi laba bersifat sukarela
D. Pernilikan proporsional dengan kontribusi modal
E. Semua jawaban di atas tidak ada yang benar

15. Dibandingkan dengan unit organisasi perusahaan, manakah berikut ini yang merupakan perbedaan karakteristik akuntansi pemerintahan ?
A. Motif mencari laba
B. Persaingan pasar (open competition)
C. Kontribusi modal bersifat sukarela (voluntary)
D. Pemilikan proporsional dengan kontribusi modal
E. Semua faktor di atas merupakan faktor yang membedakan.

16. Unit pemerintah biasanya berbeda karakteristiknya dengan perusahaan, karena perusahaan:
A. Menghasilkan barang atau jasa
B. Menerapkan teknik manajemen profesional
C. Memperoleh modal dari masyarakat
D. Mengeluarkan obligasi untuk membiayai operasi
E. Semua jawaban di atas tidak ada yang benar.

17. Dani segi kesatuan usaha (entity concept), akuntansi perusahaan berbeda dengan akuntansi pemerintahan dalam hal:
A. Akuntansi perusahaan menggunakan banyak kesatuan (multiple entities)
B. Akuntansi pemerintahan menggunakan kesatuan tunggal (single entity)
C. Akuntansi pemerintahan menggunakan pembentukan kesatuan atas dasarkesatuan ekonomis sehinggabeberapa kesatuan dalam ha1 tertentu harus dikonsolidasi
D. Akuntansi pemerintahan menggunakan banyak kesatuan (multiple entities) sehingga laporan keuangan secara keseluruhan bukan
merupakan laporan konsolidasi.
E. Akuntansi perusahaan menggunakan business entity

18. Ketentuan jumlah rupiah belanja maksimum yang ditetapkan oleh pihak legislatip (misal DPR) disebut dengan:
A. Allotment
B. Appropriation
C. Allocation/Apportionment
D. Semua jumlah rupiah belanja A, B dan C ditetapkan badan legislatip
E. Semua jawaban di atas tidak ada yang benar

19. Dalam akuntansi pemerintahan dikenal adanya istilah ALLOTMENT yang dalam Bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai:
A. Pembagian anggaran
B. Ikatan yang telah dibuat
C. Dana
D. Penjadwalan tersedianya anggaran
E. Anggaran belanja yang telah disetujui

20. Peri.ncian anggaran belan j a yang didasarkan atas waktu pengeluarannya disebut:
A. Encumbrances
B. Appropriation
C. Unexpended Appropriation
D. Allotment
E. Expenditure

21. Manakah di antara istilah berikut ini yang rnenunjukkan biaya sesungguhnya (realisasi):
A. Expenditures
B. Appropriation
C. Encumbrances
D. Allotment
E. Fund Balances

22. Pelaksanaan terjadinya kontrak/pesanan oleh pihak pemerintah dengan pihak luar dicatat dengan mengkredit:
A. Encumbrances
B. Appropriation
C. Expenditures
D. Reserve for Encumbrances
E. Fund Balances

23. Dibandingkan dengan unit organisasi perusahaan, manakah dari faktor berikut ini yang merupakan karakteristik akuntansi pemerintahan ?
A. Motif mencari laba
B. Persaingan pasar (open competition)
C. Kontribusi modal bersifat sukarela (voluntary)
D. Pemilikan proporsional dengan kontribusi modal
E. Semua faktor di atas merupakan faktor yang membedakan

24. Unit pemerintah biasanya berbeda karakteristiknya dengan perusahaan, karena perusahaan:
A. Menghasilkan barang atau jasa
B. Menerapkan teknik manajemen profesional
C. Memperoleh modal dari masyarakat
D. Mengeluarkan obligasi untuk membiayai operasi
E. Semua jawaban di atas tidak ada yang benar

25. Instansi organisasi di Amerika Serikat yang bertugas untuk mengeluarkan publikasi mengenai pelaporan, pemeriksaan dan pencatatan untuk akuntansi pemerintahan adalah :
A. AICPA
B. AAA
C. AHA
D. NCGA
E. Semua jawaban di atas tidak ada yang benar

26. Allocation/Apportionment dapat diartikan sebagai pengalokasian, penyediaan/penjadwalan yang dalam akuntansi pemerintahan RI diatur oleh:
A. DPR dengan UUAPBN
B. Presiden dengan KEPPRES
C. Menteri dengan Peraturan Menteri
D. Dirjen dengan Surat Keputusan
E. Semua jawaban di atas tidak yang benar

27. Statement 1 The NCGA yang terbit pada tahun 1979 telah menetapkan beberapa prinsip dasar akuntansi dan pelaporan yang dapat diberlakukan pada satuan Pemerintah. Jurnlah prinsip dasar tersebut adalah:
A. 10
B. 11
C. 12
D. 13
E. Semua jawaban di atas tidak ada yang benar

28. Dalam Fund Accounting jumlah anggaran belanja maksimum yang telah disetujui dan disahkan disebut:
A. Encumbrances
B. Allotment
C. Appropriations
D. Expenditure
E. Semua jawaban di atas tidak ada yang benar

29. Manakah di antara istilah berikut ini yang menunjukkan biaya sesungguhnya (realisasi):
A. Expenditure
B. Appropriation
C. Encumbrances
D. Allotment
E. Fund Balances

30. Pelaksanaan terjadinya kontrak/pesanan oleh pihak pemerintah dengan pihak luar dicatat dengan mengkredit:
A. Encumbrances
B . Appropriation
C. Expenditures
D. Reserve for Encumbrances
E. Fund Balances

31. Estimated revenues merupakan:
A. Proprietary Accounts
B. Budgetary Accounts
C. Nominal Accounts
D. Real Accounts
E. Nominal Proprietary Accounts

32. Sedangkan perincian anggaran belanja, yang didasarkan atas waktu pengeluaran disebut:
A. Encumbrances
B. Allotments
C. Appropriations
D. Expenditures
E. Semua jawaban di atas tidak ada yang benar

33. Salah satu perbedaan antara akuntansi pemerintahan dengan akuntansi untuk perusahaan pencari laba (commercial accounting) adalah bahwa:
A. Tidak mencatat biaya depresiasi dalam berbagai dananya (Fund)
B. Selalu membentuk dan menyelenggarakan self balancing account untuk tiap dananya
C. Hanya menggunakan dasar tunai (cash basis) di dalam akuntansinya
D. Hanya menggunakan dasar waktu (accrual basis) di dalam akuntansinya
E. Semua jawaban di atas tidak ada yang benar

34. Pada tahun 1968 NCGA telah mengajukan beberapa prinsip dasar untuk akuntansi pemerintahan yang jumlahnya:
A. 11
B. 13
C. 15
D. 17
E. Semua jawaban di atas tidak ada yang benar

35. Apabila kegiatan dari dana pemerintah untuk periode waktu tertentu telah dicatat, data yang dihasilkan dibutuhkan untuk tujuan berikut ini:
A. Pelaporan kegiatan telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan
B. Pelaporan keadaan keuangan dari kesatuan pemerintahan pada akhir tahun
C. Laporan mengenai perubahan dari sumber dana belanja
D. Pelaporan yang sesuai dengan GAAP (Generally Accepted Account ing Principles) dan ketentuan hukum
E. Semua jawaban di atas tidak ada yang benar

36. Dasar pengukuran yang digunakan perusahaan yang non komersial adalah:
A. Business Entity
B. Capital Maintenance Concept
C. Continuity of Activity Concept
D. Fund Flow Concept
E. Semua jawaban di atas tidak ada yang benar

37. Dasar pengukuran yang dipergunakan dalam perusahaan komersial adalah:
A. Capital Maintenance Concept
B. Continuity of Activity Concept
C. Fund Flow Concept
D. Cost Attach Concept
E. Semua jawaban di atas tidak ada yang benar

38. Allotment (penjadwalan anggaran) dapat digunakan sebagai tolok ukur:
A. Ketelitian pencatatan
B. Posisi keuangan unit pemerintah
C. Keberhasilan suatu program
D. Kecepatan penyerapan dana
E. Semua jawaban di atas tidak ada yang benar

39. Manakah diantara tahap berikut ini yang pertama kali dilakukan di dalam pembelian barang dan jasa:
A. Appropriation
B. Encumbrances
C. Budget
D. Expenditure
E. Semua jawaban di atas tidak ada yang benar

40. Manakah diantara istilah berikut ini yang menunjukkan biaya sesungguhnya (bukan merupakan taksiran biaya):
A. Expenditure
B. Appropriation
C. Expense
D. Encumbrances
E. Semua jawaban di atas tidak ada yang benar

41. Anggaran Dana Umum yang sudah disahkan akan dibukukan dengan cara mendebitpendapatan yang ditaksir (estimated revenue) dan mengkreditappro priation. Apabila terjadi selisih diantara keduanya maka akan dicatat dalam:
A. Expenditure
B. Revenue
C. Rugi Laba
D. Fund Balance (Saldo Dana)
E. Semua jawaban di atas tidak ada yang benar

42. Pelaksanaan terjadinya pesanan/ikatan/kontrak oleh pihak pemerintah dengan pihak ketiga dicatat dengan mendebit:
A. Encumbrances
B. Appropriation
C. Reserve for Encumbrances
D. Expenditure
E. Semua jawaban di atas tidak ada yang benar

43. Pengertian appropriation dalam akuntansi pemerintahan adalah:
A. Anggaran Pendapatan
B. Pengeluaran
C. Pengkaitan (pesanan) yang telah dilakukan
D. Anggaran Belanja
E. Semua jawaban di atas tidak ada yang benar

44. Estimated revenue merupakan:
A. Riel Accounts
B. Proprietary Accounts
C. Budgetary Accounts
D. Nominal Proprietary Accounts
E. Semua jawaban di atas tidak ada yang benar

READ MORE - Akuntansi Pemerintahan Dan Ruang Lingupnya

Spesial Untuk Anda